Teknik pemijahan ikan arwana yang perlu kalian tahu

Teknik pemijahan ikan arwana yang perlu kalian tahu

img by @hesmiyudi.wordpress.com

Teknik pemijahan ikan arwana yang perlu kalian tahu – Salah satu jenis ikan hias yang menjadi primadona bagi para penghobi ikan hias adalah ikan arwana, baca juga artikel tentang berbagai jenis ikan arwana. Tidak dipungkiri lagi bahwa ikan ini memiliki harga jual yang fantastis sehingga banyak masyarakat yang mencoba peruntungan untuk memeliharanya atau bahkan membudidayakannya. Untuk membudidayakan ikan ini sebenarnya ada beberapa hal yang perlu diketahui seperti perawatan, pemberian pakan, pemijahan dan yang lainnya, khusus untuk hal yang terakhir itu yaitu pemijahan ikan arwana perlu diperhatikan dengan baik sebab tidak jarang ada pembudidaya yang belum begitu paham dengan cara pemijahan tersebut, padahal hal ini sangat penting untuk kelangsungan hidup benih arwana.

Pemijahan ikan arwana dimulai dengan perawatan yang baik untuk induknya sebab induk yang dirawat dengan baik akan menghasilkan benih yang berkualitas pula, untuk itu bila kalian belum begitu paham dengan pemijahan ini bisa membaca beberapa teknik pemijahan yang akan berikan dibawah ini.

Teknik pemijahan ikan arwana yang perlu kalian tahu

Seperti yang telah saya utarakan sebelumnya, langkah pertama yang harus dilakukan ialah dengan pemeliharaan induk arwana, indukan tersebut dapat dipelihara dalam kolam berukuran 5 x 5 m dengan kedalaman air antara 0.5 sampai 0.75 m, dan jangan lupa kolam tersebut ditutup dengan plastik setinggi 0.75 m untuk mengantisipasi ikan loncat dari kolam.

Dalam kolam tersebut sebaiknya indukan diberikan pakan dengan keseimbangan gizi yang baik supaya kematangan gonad dan pemijahan bisa terjaga, untuk pakannya sendiri bisa bervariasi tetapi yang perlu ditekankan ialah kadar proteinnya, pakan tersebut bisa berupa ikan, udang yang masih hidup atau runcah dan bisa ditambah dengan pelet yang memiliki kadar protein 32%. Pemberian pakan tersebut dapat dilakukan setiap hari dan untuk peletnya sendiri diberikan dengan takaran 2 % dari bobotnya.

Sebelum proses pemijahan terjadi atau sekitar 1 atau 2 minggu sebelumnya ikan akan berenang dan tubuhnya saling menempel, disaat itulah terjadi pelepasan telur yang berwarna jingga kemerahan, sang jantan lalu membuahi telur tersebut kemudian mengumpulkan telur tersebut dalam mulutnya untuk istilahnya diinkubasi, telur yang telah dibuahi tersebut akan menetas sekitar seminggu lalu larva dari telur tersebut akan hidup dalam mulut ikan jantan sekitar 7 sampai 8 minggu sampai larva bisa berenang dengan sendirinya serta bertahan hidup.

Bila proses inkubasi dalam mlut jantan tersebut terlalu lama kalian bisa memperpendeknya dengan cara mengeluarkan telur yang sudah dibuahi tersebut dari mulut ikan jantan setelah 1 bulan pemijahan, lalu prosesnya adalah dengan menangkap ikan jantan tersebut secara hati-hati lalu selimutilah dengan handuk dari katun yang basah agar ikan tidak terluka lalu untuk melepaskan larva tersebut bisa dengan menarik secara perlahan bagian bawah mulutnya serta tubuh sedikit ditekan ringan lalu keluarkan larva yang kemudian ditaruh dalam plastik dan diinkubasi dalam akuarium, jumlah larva dalam mulut tersebut antara 25 sampai 30 ekor. Selama periode inkubasi tersebut larva tidak perlu diberikan pakan sebab setelah larva itu menetas ada kuning telur yang bisa mereka makan selama beberapa minggu, setelah kuning telur tersebut mengecil, larva tersebut mulai berenang keatas, setelah kira-kira minggu ke 8 kuning telur tersebut sudah mulai habis lalu pada masa ini kalian harus mulai memberikannya pakan sebab bila tidak ada makanan mereka bisa saling makan. Setelah itu kalian bisa memelihara larva tersebut sampai besar dengan dilakukan perawatan yang baik.

Demikianlah informasi tentang pemijahan ikan arwana, semoga informasi ini bisa berguna dan bermanfaat untuk kalian semua, sekian dari saya dan terima kasih.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *