Mengenal serta cara budidaya itik alabio

Mengenal serta cara budidaya itik alabio

img by @far71.wordpress.com

Mengenal serta cara budidaya itik alabio – Usaha budidaya itik menjadi salah satu usaha yang banyak diminati masyarakat, terbukti diberbagai daerah di Indonesia pasti terdapat peternakan itik baik itu skalanya kecil maupun besar. Dari beberapa jenis itik yang populer untuk dibudidayakan ada satu jenis itik yang memiliki peluang usaha bagus untuk dibudidayakan yaitu itik alabio, mungkin sebagian dari kalian belum pernah mendengar jenis itik ini tapi tenang saja saya akan sedikit membahas tentang itik ini, pda awalnya itik ini mulai dikembangkan di daerah Alabio yang terletak di tengah aliran sungai Nagara Provinsi Kalimantan Selatan, itik ini bisa hidup didaerah rawa karena memang awal pengembangbiakannya didaerah yang berawa maka itik ini juga sering disebut dengan itik rawa yang masuk dalam kategori itik petelur. Jenis ini juga masuk dalam kerabat itik lokal yang juga berasal dari berbagai daerah di Indonesia, selain itu itik ini juga mudah untuk dibudidayakannya jadi bila sekitaran kalian banyak terdapat rawa bisa membudidayakan itik ini namun bila tidak ada juga masih bisa untuk membudidayakannya, baca juga artikel tentang cara fermentasi jerami untuk pakan kambing. Mungkin sebagian dari kalian masih bingung mau memulai dari mana membudidayakan itik ini, namun jangan kawatir karena pada kesempatan kali ini saya juga akan memberikan informasi cara budidaya itik alabio.

Sebenarnya cara budidaya itik alabio terdapat 3 metode yang bisa kalian lakukan, dari ketiga metode tersebut kalian bisa memilihnya metode mana yang menurut kalian mudah namun ketiga metode tersebut memiliki tujuan yang sama yaitu mendapatkan hasil maksimal membudidayakan itik alabio. Untuk lebih jelasnya bisa kalian lihat dibawah ini.

Mengenal serta cara budidaya itik alabio

Budidaya itik alabio secara tradisional

Cara tradisional atau juga sering disebut Ekstensif ini dulunya banyak dilakukan oleh peternak itik jaman dulu karena masih belum banyak mengenal teknologi dengan fasilitas dan kecanggihannya, cara ini bisa dikatakan teknik beternak yang seadanya karena biasanya tempat yang digunakan daerah berawa yang kemudian dibangun kandang menggunakan bambu, didalam kandang tersebut tidak begitu diperhatikan jumlah itik jantan dan betina, selain itu standarisasi kandang dan nutrisi untuk itik juga tidak terlalu diperhatikan karena biasanya itik tersebut akan dilepas secara bebas dirawa sehingga itik tersebut akan tumbuh secara alami.

Budidaya itik alabio secara modern

Cara modern atau juga sering disebut Intensif ini pastinya berlawanan dengan cara ekstensif karena bila dilihat dari teknologi dan sarana-prasarananya pun jauh berbeda. Cara modern ini sudah menerapkan standarisasi yang tinggi seperti nutrisi pakan yang diberikan sudah ditimbang sehingga dapat meningkatkan produksi itik alabio dengan kualitas dan kuantitas yang baik sesuai permintaan pasar, dari sini pun sudah terlihat bahwa banyak kalangan yang sekarang menerapkan cara ini, namun untuk menerapkan cara ini harus mempersiapkan secara baik seluruh aspek yang dibutuhkan seperti biaya, tenaga kerja, dan juga kesiapan itu sendiri agar usaha yang dilakukan tidak mengalami kerugian.

Budidaya itik alabio secara semi modern

Cara ini juga disebut semi-intensif yang merupakan gabungan antara cara tradisional dan modern dimana keduanya saling dipadukan. Sebagai contohnya saja untuk penggunaan pakan yang didapat dari alam seperti keong, ikan, udang, rumput dan sebagainya diukur dengan cermat dan dikombinasikan dengan baik untuk menekan biaya pakan namun dapat menghasilkan produksi telur yang banyak. Cara ini sekarang juga sudah mulai banyak diterapkan karena selain untuk menekan biaya pakan yang kadang naik turun juga untuk melatih kreatifitas peternak dalam mengkombinasikan bahan-bahan alami menjadi pakan yang tak kalah bernutrisi untuk ternak itik.

Demikianlah informasi tentang cara budidaya itik alabio, semoga informasi ini dapat berguna dan bermanfaat untuk kalian semua, sekian dari saya dan terima kasih.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *